Sabtu, 30 Juni 2012

Alifatik dan Aromatik

Senyawa hidrokarbon merupakan senyawa karbon yang paling sederhana. Dari namanya, senyawa hidrokarbon adalah senyawa karbon yang hanya tersusun dari atom hidrogen dan atom karbon. Dalam kehidupan sehari-hari banyak kita temui senyawa hidrokarbon, misalnya minyak tanah, bensin, gas alam, plastik dan lain-lain.
 Sampai saat ini telah dikenal lebih dari 2 juta senyawa hidrokarbon. Untuk mempermudah mempelajari senyawa hidrokarbon yang begitu banyak, para ahli mengolongkan hidrokarbon berdasarkan susunan atom-atom karbon dalam molekulnya.

 Berdasarkan susunan atom karbon dalam molekulnya, senyawa karbon terbagi dalam 2 golongan besar, yaitu senyawa alifatik dan senyawa siklik. Senyawa hidrokarbon alifatik adalah senyawa karbon yang rantai C nya terbuka dan rantai C itu memungkinkan bercabang. Berdasarkan jumlah ikatannya, senyawa hidrokarbon alifatik terbagi menjadi senyawa alifatik jenuh dan tidak jenuh.

 - Senyawa alifatik jenuh adalah senyawa alifatik yang rantai C nya hanya berisi ikatan-ikatan tunggal saja. Golongan ini dinamakan alkana.

 Contoh senyawa hidrokarbon alifatik jenuh:


 - Senyawa alifatik tak jenuh adalah senyawa alifatik yang rantai C nya terdapat ikatan rangkap dua atau rangkap tiga. Jika memiliki rangkap dua dinamakan alkena dan memiliki rangkap tiga dinamakan alkuna. Contoh senyawa hidrokarbon alifatik tak jenuh:


 - Senyawa hidrokarbon siklik adalah senyawa karbon yang rantai C nya melingkar dan lingkaran itu mungkin juga mengikat rantai samping. Golongan ini terbagi lagi menjadi senyawa alisiklik dan aromatik.

 ·  senyawa alisiklik yaitu senyawa karbon alifatik yang membentuk rantai tertutup.
 


 ·  Senyawa aromatik yaitu senyawa karbon yang terdiri dari 6 atom C yang membentuk rantai benzena.

http://sahri.ohlog.com/senyawa-hidrokarbon.oh84970.html

Dalam kimia, khususnya kimia organik, senyawa yang terbentuk dari ikatan karbon dan hidrogen terbagi menjadi dua bagian, yaitu senyawa siklik dan senyawa alifatik.

Alifatik (bahasa Yunani: aleiphar, berarti minyak atau lemak) adalah senyawa organik yang tidak mempunyai gugus fenil (bahasa Inggris: aromatic ring).[1] Senyawa alifatik dapat berupa:
siklik (bahasa Inggris: cyclic), seperti sikloheksana
asiklik, seperti heksana

atau:
jenuh, seperti heksana
tak jenuh, seperti heksena

Pada senyawa alifatik, atom karbon dapat saling mengikat dalam bentuk rantai lurus bercabang maupun bercabang, atau cincin non aromatik (alisiklik), dengan ikatan tunggal, ganda dan tiga ikatan kovalen. Ikatan kovalen dapat mengikat unsur lain selain hidrogen, antara lain oksigen, nitrogen, belerang, klor.

Pada umumnya senyawa alifatik mudah terbakar (bahasa Inggris: flammable) sehingga sering digunakan sebagai bahan bakar, seperti metana untuk bahan bakar kompor dan asetilen untuk pengelasan (bahasa Inggris: welding).
[sunting]
Contoh senyawa alifatikEtana
Isobutana atau 2-metil-propana


Senyawa Aromatic adalah senyawa organic yang memiliki gugus fenil. Senyawa
Aromatik bersifat karsinogenik genetoxic, yang tidak ada batas aman untuk terkena
risiko kanker. Contoh dari senyawa Aromatik adalah Benzena. Sedangkan senyawa
Alifatik adalah senyawa organic yang tidak memiliki gugus fenil. Senyawa alifatik
umumnya udah terbakar sehingga sering digunakan sebagai bahan bakar. Contoh dari
Senyawa Alifatik adalah Metana dan Asetilen. Perbedaan dari kedua senyawa
tersebut terletak pada ada tidaknya gugus fenil. Dalam kimia, gugus fenil adalah salah
satu gugus fungsional pada suatu rumus kimia. Rumusnya adalah -C
6
H
5
.Pada gugus
ini, enam atom karbon disusun pada struktur cincin siklik. Cincin ini bersifat sangat
stabil, dan merupakan bagian dari kelompok senyawa aromatik. Cincin fenil bersifat
hidrofobik (menolak air) dan hidrokarbon aromatik. Gugus ini dapat ditemukan di
 banyak senyawa organik. Cincin ini diperkirakan diturunkan dari benzena .
http://www.scribd.com/doc/31522332/Senyawa-Aromatik-n-Alifatik

9 komentar: